Posted by: widiarti on: 4 Oktober 2009
sudah seminggu aku kembali menyibukkan diri di bangku perkuliahan. jadwalnya padat banget. kuliah dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore. capek banget rasanya ni badan. musti duduk berlama-lama di bangku kayu yang tak senyawan kursi XXI. hehehehe. ya tapi mau gimana lagi. namanya juga lagi menuntut ilmu. musti ikhlas dan semangat terus. walaupun dikelas banyakan ngantuknya daripada dengerin dosen cuap-cuap.
pikiranku beberapa hari melayang kedua tempat yang berbeda. membuat kata kata dosen hanya menjadi sebuah alunan lembut yang mengantarkanku untuk lebih jauh dalam pikirku. entah apa yang terjadi padaku. tapi aku memang tak bisa konsentrasi pada materi yang aku terima di kelas. rasanya seperti menitipkan raga di dalam kelas kemudian ruhku berjalan keluar meninggalkannya sehingga aku seperti orang mati yang pura pura mendengarkan penjelasan dosen.
aku kehilangan seseorang yang mulai mengisi hatiku. sejak kepulangannya ke jogja, aku merasa ada yang lain dari dirinya. dia mulai menjag jarak. entah mengapa. aku kurang tahu alasannya. aku loss communication dengannya. melihat wajahnya saja hanya terjadi 2 kali dan itu terjadi secara tidak sengaja. matanya menyorotkan kesedihan saat memandangku. aku tak bisa melihat mata itu. tiba tiba ada perasaan pilu didalam hati ini. aku hanya bisa berlalu dan menjauh darinya.
entah siapa yang membisikan ini kepadaku. tapi dia mengatakan bahwa ada cinta lain yang menghalangi kita. sepertinya dia terjebak diantara perasaannya sendiri untuk menyayangi aku atau cewek lain. cewek itu sepertinya aku kenal. tapi itu hanya firasatku. tak ada kejujuran yang terlontar dari bibirnya saat kupertanyakan tentang itu. ada rahasia besar yang dia sembunyikan dariku. entah dengan alasan untuk menjaga perasaanku atau ada yang lain. tapi kebohongan ini lebih menyakitkan bila esok terbongkar. aku sudah cukup mengenalnya. aku tahu kapan dia berkata jujur dan kapan dia berbohong. aku hanya akan diam. akan kuhapus kecurigaanku darinya secara perlahan. aku menunggu dia untuk berkata jujur dengan apa yang terjadi.
kalau saja aku membaca hatinya, akan ku jadikan dia buku ceritaku dan ku simpan dalam catatanku. ada beberapa update statusnya yang membutku berfikir tentang apa sebenarnya yang dia rasakan.
kayaknya aku dan dia gak jauh berbeda. kita sama sama bohongin perasaan sendiri. entahlah…
aku akan menjalani ini semua dari awal lagi.
semangat!!!