_._ w[i]d[!] aRt[i] _._

Dirimu seperti debu

Posted by: widiarti on: 21 April 2010

Hmm… Kehilangan dia tu gak berarti besar untuk hidupku.
Keberadaannya disampingku hanyalah sebagai angin kesejukan disaat teriknya sang surya disiang hari.
Sempat aku mengeluh karena peluh yang tak henti hentinya menetes dan udara disekitarku yang membuat pusaran panas bagai bara api.
Tapi aku tetap semangat untuk menjalani hari hariku meski tanpamu.
Ini tugasku.
Ini kewajibanku.
Ini jalanku.
Kala aku kehilangan penambah semangat dalam aktivitasku.
Aku harus punya sistem koping yang baik untuk mengatasinya.
Aku gak mau ada seorangpun yang menghalangiku.
Apalagi dia bukan siapa siapa.
Maaf, bukannya aku tidak menghargai keberadaanmu selama ini.
Namun, kepergianmu menyadarkan aku seberapa penting adanya dirimu bagiku.
Ternyata……
Tak lebih dari sebutir debu yang membuatku berkedip selama beberapa detik.
Pedih, tapi tak akan lama.
Makasih untuk 5 bulan yang telah kamu habiskan denganku.
Suatu saat nanti, bila kamu terjatuh, kamu akan mengerti apa arti dari ketulusan ini.
Selamat buat kamu.. Semoga langgeng.

Ehmmm….
Buket bunga buat wisudamu aku simpan dulu.
Kalau kamu masih mengingatku, aku pasti bakalan kasih itu ke kamu.
Tapi kalau enggak, maybe akan aku urai dan aku kasihin ke teman temanmu.

Mungkin lho..
Siapa tahu malah aku buang.
Hahaha :D
So….????
Aku tunggu kehadiran bulan september ^_^
Dan kita lihat, siapa yang benar benar ada untukmu.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.